Cari Disini

Memuat...

Rabu, 21 Maret 2012

Kebudayaan Daerah Merupakan Sumber Kebudayaan Nasional

Bembahas tentang budaya, Indonesia memang bisa dikatakan sebagai sumber sari bebagai macam budaya yang ada. Dari sabang sampai merauke wilayah yang luput dari kekayaan budaya Indonesia. Karna itulah identitas bangsa yang menjadi tanggung jawab kita untuk terus dijadikan pedoman bertanah air. Berbicara tentang kabudayaan bangsa juga erat kaitannya dengan identitas bangsa yaitu kebudayaan nasional bangsa Indonesia.
Pembentukan identitas dan karakter bangsa sebagai sarana bagi pembentukan pola pikir (mindset) dan sikap mental, memajukan adab dan kemampuan bangsa, merupakan tugas utama dari pembangunan kebudayaan nasional. kebudayaan nasional Indonesia perlu diisi oleh nilai-nilai dan norma-norma nasional sebagai pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di antara seluruh rakyat Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah nilai-nilai yang menjaga kedaulatan negara dan integritas teritorial yang menyiratkan kecintaan dan kebanggaan terhadap tanah air, serta kelestariannya, nilai-nilai tentang kebersamaan, saling menghormati, saling mencintai dan saling menolong antar sesama warganegara, untuk bersama-sama menjaga kedaulatan dan martabat bangsa.
Jadi, kebudayaan daerah adalah asal mula dari kebudayaan nasional, bermula dari kebudayaan-kebudayaan yang ada di daerah daerah di seluruh Indonesia terbentuklah kebudayaan nasional sebagai indentitas bangsa Indonesia .

Alasan kebudayaan daerah bisa menjadi kebudayaan nasional :


· Kebudayaan daerah adalah titik cikal bakal terbentuknya negara Indonesia.
· Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia.
· Kebudayaan lokal yang dimiliki tiap daerah memiliki kekuatan sendiri.
· Kepercayaan orang-orang di daerah masih terlihat mistik, ini menjadi hal yang unik di mata negara luar.
· Kebudayaan daerah sebagai tiang dari keberadaan budaya nasional.
· Kesatuan budaya daerah sebagai identitas keberadaan di negara Indonesia.


contohnya :
"Batik Dinominasikan sebagai Warisan Budaya Takbenda"




AKARTA, SENIN- Berbagai kalangan dan pemangku kepentingan dengan khasanah budaya Indonesia, terus berupaya memperjuangkan batik agar didominasikan dan dipilih sebagai Karya Agung Budaya Takbenda Warisan Manusia oleh Unesco.

Dalam seminar kedua tentang batik, Senin (4/8) di Jakarta, disepakati membentuk Forum Masyarakat Batik Indonesia dan dideklarasikan tiga hal. Sekretaris Direktur Jenderal Nilai Budaya Seni dan Film Singgih Priejatmoko mengatakan, secara empirik dan faktual, batik telah terbukti menjadi salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang adiluhung.

"Pertanyaannya, mampukah kita sebagai bagian generasi penerus bangsa melestarikan budaya tersebut dan bahkan mengembangkannya, sehingga dapat terus sustainable dari masa ke masa? Upaya ini sangat penting, mengingat bangsa kita memiliki sangat banyak dan kaya akan aneka ragam warisan budaya, yang jika tidak dipelihara akan terancam punah, " katanya.

Dari catatan, kata Singgih, kegiatan membatik sudah berkembang menjadi industri rakyat. Jika semula kegiatan ini umumnya hanya terpusat di Pulau Jawa, kini telah menyebar ke-17 provinsi. Data BPS dan Departemen Perindustrian tahun 2006 sekitar 48.300 unit usaha karegori UMKM yang bergerak di industri perbatikan, dengan melibatkan lebih dari 792.300 orang tenaga kerja. Sementara nilai produksi yang dihasilkan mencapai lebih dari Rp2,9 triliun dan nilai ekspor yang dicapai sebesar 110 juta dollar AS.

"Melihat efek baik yang diperoleh pascapengakuan Unesco pada dua mata budaya Indonesia seperti Wayang (2003) dan Keris (2005), ada gagasan memonimasikan mata budaya Indonesia yang lain, yakni batik, untuk mendapat pengakuan dari Unesco tersebut. Banyak pihak yang setuju dengan gagasan yang diprakarsai Yayasan Kadin Indonesia untuk mendominasikan batik Indonesia untuk inskrip oleh Unesco sebagai Warisan Budaya Takbenda," papar Singgih.

Asisten Deputi Urusan Kebudayaan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Suyud Winarno mengatakan, keanekaragaman, keindahan dan keunggulan produk budaya batik Indonesia yang telah dikenal luas di dalam dan di luar negeri, harus senentiasa dikembangkan dan dipromosikan agar dapat menjadi industri budaya yang mempunyai kekuatan ekonomi nasional yang handal serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

"Batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia memang sudah menjadi bagian dari apa yang disebut sebagai industri kreatif. Terlepas dari adanya klaim pihak lain (misalnya Malaysia) yang sudah mematenkan batik sebagai produk budaya mereka, dan itu harus disikapi sebagai sesuatu yang wajar. Namun harus disadari dan diyakini bahwa keanekaragaman dan kualitas, serta sejarah panjang perjalanan batik Indonesia sesungguhnya masih tetap lebih unggul," katanya.

Menurut Suyud, untuk melestarikan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda, perlu dilakukan beberapa langkah koordinasi usaha dan program yang dapat dilakukan pemangku kepentingan, seperti pelestarian tentang prosedur, metode, dan teknik membuat batik Indonesia.

Pelestarian terhadap alat dan sarana yang digunakan untuk membatik, seperti canting. Canting merupakan ikon batik Indonesia. Tidaklah sempurna batik Indonesia tanpa canting. Kemudian langkah identifikasi terhadap motif atau corak batik dan penggunaan motif-motif tertentu. Sebab, banyak daerah yang kini sudah mengembangkan batik. Lalu, dokumentasikan mulai sebelum, selama, dan sesudah pembuatan batik. Jangan lupa edukasi, sosialisasi, dan promosi.


Tanggal 2 Oktober telah telah ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional bagi Indonesia. Penetapan itu tentu saja dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk melestarikan aset budaya kita. Bicara soal kebudayaan nasional, kebudayaan nasional merupakan kumpulan dari kebudayaan daerah itu sendiri . Penyatuan dari unsur-unsur budaya daerah tercermin menjadi satu. 



Pendek kata, budaya batik adalah bagian dari budaya daerah yang kemudian dapat merepresentasikan kebudayaan nasional bangsa Indonesia.
Hal yang di utamakan untuk mengantisipasi pencurian kebudayaan daerah Indonesia oleh Negara lain, diantaranya : 
  1. Mengenali dan bangga akan budaya daerah
  2. Kebijakan pemerintah
Kesadaaran itulah yang menjadi alasan untuk tetap mempunya rasa tanggung jawab dalam menjadi bangsa Indonesia yang kaya akan budaya, dan bertanggung jawab untuk tetap menjaga dan melestarikannya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar