Cari Disini

Memuat...

Minggu, 06 Mei 2012

Faktor Pendorong Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial



Terjadinya interaksi sosial bermula dari individu
melakukan tindakan sosial terhadap orang lain. Tindakan
sosial merupakan perbuatan-perbuatan yang ditunjukkan
atau dipengaruhi orang lain untuk maksud serta tujuan
tertentu. Sebagai contoh, seorang anak melempar batu di
sungai. Tindakan ini bukanlah tindakan sosial. Berbeda
apabila di sungai tersebut ada seseorang yang tengah
memancing. Tindakan tersebut dikatakan tindakan sosial
(social action). Hal ini disebabkan tindakan melempar batu
di sungai dilakukan mempunyai tujuan tertentu serta
mampu menimbulkan reaksi dari individu lain.
Semua tindakan sosial melahirkan adanya aksi atau
pengaruh dari individu satu serta adanya reaksi atau
terpengaruh dari individu lain. Karena adanya sifat
pengaruh memengaruhi satu sama lain, maka tindakan ini
menyebabkan hubungan sosial. Jika hubungan sosial tersebut
berlangsung secara timbal balik maka akan menyebabkan terjadinya
interaksi sosial. Selain itu, munculnya interaksi sosial dapat pula
didorong oleh faktor-faktor tertentu.
Faktor-Faktor Pendorong Interaksi Sosial
Manusia adalah makhluk sosial. Setujukah kamu dengan
pernyataan tersebut? Sebagaimana makhluk sosial, manusia tidak
dapat hidup sendiri tanpa keberadaan orang lain. Oleh karena itulah,
manusia selalu mengadakan interaksi dengan manusia lainnya. Selain
membutuhkan orang lain, manusia melakukan interaksi terdorong
adanya faktor-faktor tertentu. Faktor-faktor tersebut antara lain sugesti,
imitasi, simpati, identifikasi, motivasi, dan empati.
a. Sugesti
Sugesti biasanya berupa pengaruh psikis yang ada pada seseorang
yang berasal dari diri sendiri ataupun orang lain karena adanya
kepercayaan terhadap sesuatu hal dari orang yang dipercayai.
Pengaruh ini biasanya datang secara tiba-tiba dan tanpa adanya
pemikiran terlebih dahulu. Hal ini disebabkan pengaruh tersebut
menggugah emosi spontan yang membuat terhambatnya rasional
seseorang. Kondisi ini biasanya terjadi ketika seseorang sedang
mengalami suatu kebingungan, kesedihan, kekalutan, kekhawatiran,
dan lain-lain. Oleh karenanya, individu tersebut akan
menerima masukan orang lain tanpa pikir panjang. Sebagai
contohnya, karena sudah terlalu lama larut dalam kebimbangan
akan penyakit ayahnya yang tidak kunjung sembuh, Rosyid datang
kepada Pak Didin mantan dosennya sewaktu kuliah. Beliau
menyarankan agar Rosyid membawa ayahnya ke pengobatan
alternatif. Rosyid pun menerima saran tersebut. Peristiwa ini
dinamakan sugesti. Lantas, apakah sugesti? Proses sugesti
diartikan sebagai suatu proses pemberian pandangan atau
pengaruh oleh seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu
sehingga pandangan atau pengaruh tersebut diikuti tanpa berpikir
panjang. Seperti yang telah terjadi pada Rosyid.
b. Imitasi
Sebagai seorang calon sosiolog, pernahkah kamu mengamati
lingkungan sekitarmu? Fenomena-fenomena apa yang sedang
terjadi? Pernahkah kamu melihat seseorang berpenampilan bak
seorang selebriti? Atau seorang yang mirip dengan artis terkenal
mulai dari penampilan, gaya rambut, gaya hidup serta tingkah
lakunya? Proses ini secara sosiologis dinamakan imitasi.
Imitasi pada hakikatnya adalah proses belajar seseorang
dengan cara meniru atau mengikuti perilaku orang lain. Dalam
hal ini bukan hanya sikap yang ditiru namun penampilan
(performance), tingkah laku (behaviour), maupun gaya hidup (life
style), bahkan apa saja yang dimiliki orang tersebut. Seperti pada
contoh di atas, pada dasarnya ketika seseorang melakukan
peniruan terhadap sesuatu yang menarik dari orang yang dikagumi
akan muncul suatu kebanggaan dalam jiwa orang yang bersangkutan.
Selain peniruan terhadap pola pikir dan perilaku orang
lain, imitasi dapat pula berwujud peniruan terhadap benda-benda
hasil karya atau artefak. Masih ingat, lukisan Monalisa yang
tersebar di dunia adalah salah satu wujud imitasi terhadap bendabenda
hasil karya. 

c. Identifikasi
Proses identifikasi berawal dari rasa kekaguman seseorang
kepada tokoh idolanya. Namun, lambat laun kekaguman tersebut
mendorong seseorang untuk menjadikan dirinya sama atau identik
dengan tokoh tersebut. Dalam proses ini seseorang tidak sekadar
meniru gaya hidup, tingkah laku ataupun perbuatan sang idolanya.
Namun, menempatkan kepercayaan dan nilai yang dianut sang
idola menjadi kepercayaan dan nilainya sendiri. Oleh karenanya,
dalam identifikasi seseorang mengenal betul tokoh idolanya. Pada
dasarnya, proses identifikasi jauh lebih mendalam daripada
imitasi. Berdasarkan pembahasan di atas, pernahkah kamu
melakukan identifikasi? Coba, ceritakan di depan kelas!
Sebagai contoh, Aldo salah satu penggemar grup band Slank.
Sikap serta keyakinan setiap anggota Slank seolah-olah telah
menjadi bagian hidup Aldo. Paham serta pandangan grup band
Slank menjadi falsafah hidupnya. Lirik lagunya bagaikan mantra
yang selalu dibawa ke mana pun Aldo pergi. Sedapat mungkin,
Aldo menyamakan diri dengan anggota grup band Slank. Proses
inilah yang dinamakan identifikasi.
d. Simpati
Jika kita merenungkan keadaan bangsa Indonesia saat ini,
memang inilah saatnya kita kembali ingat kepada Yang Kuasa.
Bencana datang silih berganti menerjang bangsa ini.
Mulai dari badai, longsor, gempa, hingga tsunami di
mana menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Pada
tanggal 26 Desember 2004 bencana tsunami di Aceh,
21 Februari 2005 longsor sampah di Cimahi, 14 Mei
2006 Gunung Merapi menunjukkan aktivitasnya, 27
Mei 2006 gempa tektonik di Yogya dan Jawa Tengah,
20 Juni 2006 longsor dan banjir bandang di Sinjai,
Sulawesi Selatan. Sebagian besar dari mereka
kehilangan harta benda, tempat tinggal, bahkan sanak
saudara mereka. Kehidupan mereka berubah drastis.
Mereka harus hidup di daerah pengungsian dengan
kondisi yang memprihatinkan.
Melalui peristiwa ini, rasa simpati kita sebagai
manusia tergugah. Tidak jarang hati kita ikut merasakan
kesedihan mereka. Oleh karena perasaan-perasaan tersebut, kita
melakukan tindakan-tindakan untuk meringankan beban
penderitaan para korban. Proses inilah yang disebut simpati.
Sekilas simpati tampak sama dengan identifikasi karena
menuntun seseorang untuk memosisikan diri pada keadaan orang
lain. Hanya saja, dalam simpati perasaan yang memegang
peranan. Walaupun demikian, dorongan utama adalah bekerja
sama dengan pihak lain tanpa memandang status sosialnya. Selain
itu, simpati dapat menjadi dorongan yang sangat kuat pada diri
seseorang untuk melakukan kontak dan komunikasi dengan orang
lain.

2 komentar:

  1. kawan, karena kita sudah mulai memasuki mata kuliah softskill akan lebih baik jika blog ini disisipkan link Universitas Gunadarma yang merupakan identitas kita sebagai mahasiswa di Universitas Gunadarma juga sebagai salah satu kriteria penilaian mata kuliah soft skill seperti

    - www.gunadarma.ac.id
    - www.studentsite.gunadarma.ac.id
    - www.baak.gunadarma.ac.id

    untuk info lebih lanjut bagaimana cara memasang RSS , silahkan kunjungi link ini
    http://hanum.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.5

    By : Asisten BAPSI Universitas Gunadarma

    BalasHapus
  2. kawan, karena kita sudah mulai memasuki mata kuliah softskill akan lebih baik jika blog ini disisipkan

    link Universitas Gunadarma yang merupakan identitas kita sebagai mahasiswa di Universitas Gunadarma juga

    sebagai salah satu kriteria penilaian mata kuliah soft skill seperti

    - http://www.gunadarma.ac.id
    - http:/studentsite.gunadarma.ac.id
    - http://www..baak.gunadarma.ac.id

    untuk info lebih lanjut bagaimana cara memasang RSS , silahkan kunjungi link ini
    - http://hanum.staff.gunadarma.ac.id/Daownl

    oads/folder/0.5


    By : Asisten BAPSI Universitas Gunadarma

    BalasHapus